Film Operasi Pesta Copet Rampung, Syuting Live di Tengah Keramaian Festival Musik

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 02:16:01 WIB
Film Operasi Pesta Copet rampung menjalani syuting langsung di tengah keramaian festival musik Pestapora.

EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Kisah tentang orang kepepet yang mencari jalan pintas di tengah hingar-bingar festival musik akan segera hadir di layar lebar. Operasi Pesta Copet, film terbaru dari rumah produksi Imajinari, dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Film ini mengangkat fenomena yang kerap dialami penonton konser: kecopetan saat asyik menikmati musik. Namun yang menarik, proses pengambilan gambarnya dilakukan langsung di tengah ribuan penonton asli Pestapora, bukan menggunakan setting buatan.

Empat Sahabat yang Terdesak Kebutuhan

Kisah berpusat pada Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan, bersama tiga sahabatnya—Adut, Tia, dan Melodi. Mereka kehilangan pekerjaan akibat PHK dan terlilit utang keluarga. Kondisi itu membuat mereka nekat mencari uang cepat dengan cara mencopet di festival musik.

Rencana yang disusun rapi justru berantakan saat mereka dihadapkan pada ribuan penonton yang memadati lokasi. Satu per satu kejadian di luar kendali muncul dan menguji persahabatan mereka.

Persiapan Matang dan Debut Produksi Iqbaal Ramadhan

Sebelum film rilis, Iqbaal sempat mengubah penampilannya secara drastis. Kulitnya dibuat lebih gelap dan ia viral di media sosial karena berjualan gorengan serta mengamen di jalanan. Ia juga membuat akun TikTok khusus bernama @ijal_woi yang kini diikuti ratusan ribu pengguna untuk memperkenalkan karakternya.

Di balik layar, Iqbaal dan pemain lain menjalani latihan intensif bersama pesulap profesional untuk menguasai trik kelincahan jari di kerumunan. Sutradara Edy Khemod memimpin proses syuting yang menantang, termasuk adegan yang hanya punya jatah satu lagu untuk pengambilan gambar.

Film ini juga menandai debut Iqbaal sebagai produser.

Sentilan Sosial di Balik Adegan Komedi

Meski terlihat seperti hiburan ringan, film ini membawa pesan tentang kesenjangan. Di satu sisi ada ribuan orang yang membelanjakan uang untuk tiket festival, di sisi lain ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat gelombang PHK.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat lebih dari 43 ribu pekerja di Indonesia terkena PHK sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka ini menjadi latar yang dekat dengan realitas yang diangkat dalam film.

Kontras antara kemeriahan pesta dan perjuangan hidup ini yang membuat humor dalam film terasa lebih menyentil. Bagi yang ingin menonton, film ini bisa menjadi pilihan hiburan akhir pekan bersama teman-teman. Pastikan menontonnya di bioskop resmi selama masa tayang.

Tags

Terkini