Ekonomi RI Ditopang Investasi Swasta Rp 1.010 Triliun, Prabowo: Bukan Cuma APBN

Jumat, 18 September 2026 | 06:42:31 WIB

EKONOMIDIGITAL.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya bergantung pada pengeluaran pemerintah. Realisasi investasi hingga Juni 2026 telah mencapai Rp 1.010 triliun, dengan investasi swasta disebut sebagai kontributor utama penciptaan lapangan kerja.

Presiden Prabowo Subianto menepis anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional hanya ditopang oleh belanja pemerintah. Menurutnya, realisasi investasi menjadi kontributor besar bagi perekonomian negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam acara "Presiden Prabowo Menjawab" yang disiarkan melalui akun YouTube pribadinya, dikutip Kamis (17/9/2026).

Realisasi Investasi Capai Rp 1.010 Triliun hingga Juni 2026

Hingga Juni 2026, realisasi investasi di Indonesia telah mencapai Rp 1.010 triliun. Pada 2025, nilai realisasi investasi tercatat Rp 1.931 triliun.

Investasi tersebut turut mendorong penciptaan lapangan kerja. Sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru terbuka pada 2025, sementara tahun ini pemerintah mencatat sekitar 1,4 juta lapangan kerja dari investasi.

"Ini investasi bukan dari program pemerintah, bukan MBG, bukan Koperasi Merah Putih, bukan," tegas Prabowo.

Prabowo: Investor Besar Dunia Melihat Fundamental Ekonomi Indonesia

Prabowo meyakini Indonesia masih sangat diminati investor. Keyakinan itu didasarkan pada pertemuannya dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia.

"Saya sudah ketemu pemain-pemain besar di dunia, mereka datang ke Indonesia, mereka tahu fundamental ekonomi kita kuat dan aman," ujar Prabowo.

Beberapa minggu ke depan, Prabowo menyatakan akan masuk lagi investasi besar ke Indonesia dan membuka lapangan kerja.

"Jadi padahal ini gejolak global ya. Beberapa minggu ke depan ya Anda tunggu saja. Karena saya sudah tahu ya akan ada investasi besar-besaran masuk ke Indonesia. Akan besar-besaran," ujar Prabowo.

Inflasi Rendah dan Defisit di Bawah 3% Jadi Pemicu Kepercayaan Investor

Sejumlah indikator makroekonomi disebut menjadi pemicu kepercayaan investor. Prabowo menyoroti tingkat inflasi yang berada di level rendah, rasio utang relatif rendah, serta defisit yang masih di bawah batas 3%.

"Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia, 2,92%, Anda bayangkan," kata Prabowo.

Dia membandingkan posisi defisit Indonesia dengan sejumlah negara lain. Menurut Prabowo, defisit Indonesia berada di bawah 3%, sementara Filipina mencapai sekitar 6%, India 4,6%, dan Prancis 5,4%.

"Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis," ujar Prabowo.

Proyeksi Goldman Sachs: Indonesia Ekonomi Terbesar Dunia pada 2050

Prabowo menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang masih sangat besar. Dia merujuk pada proyeksi Goldman Sachs yang memperkirakan Indonesia dapat menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia pada 2050.

"Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4. Dunia. Dalam tahun 2050, which is 25 tahun ke depan," kata Prabowo.

Dengan sejumlah indikator tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menjaga momentum ekonomi sekaligus menarik investasi masuk ke Indonesia.

Terkini