JAKARTA — Moda raya terpadu (LRT) Jakarta resmi memperpanjang layanannya hingga kawasan Manggarai. Rute baru Velodrome-Manggarai ini menambah total panjang lintasan LRT Jakarta menjadi 12,2 kilometer yang tersebar di 11 stasiun, dengan nilai investasi mencapai Rp 12,1 triliun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut peresmian akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Waktu pelaksanaan masih menyesuaikan agenda kepala negara yang tengah fokus menangani kebakaran hutan dan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tarif Rp 5.000 Berlaku sampai Kapan?
Pramono memastikan tarif LRT Jakarta untuk sementara menggunakan skema flat Rp 5.000. Kebijakan ini berlaku hingga Oktober 2026, sebelum akhirnya ditetapkan tarif resmi melalui mekanisme pembahasan bersama DPRD DKI Jakarta.
"Tetapi yang jelas untuk sementara digunakan flat Rp 5.000. Mudah-mudahan bulan Oktober sudah bisa diputuskan berapa tarif yang akan diberlakukan di LRT Jakarta secara keseluruhan yang akan kita atur bersama-sama," ujarnya saat meninjau kesiapan LRT Jakarta, Senin (24/8).
Waktu Tempuh 28 Menit, Target 80 Ribu Penumpang per Hari
Setelah diresmikan, LRT Jakarta beroperasi penuh mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Dengan rute baru ini, waktu tempuh dari Kelapa Gading menuju Manggarai hanya sekitar 28 menit.
Pramono memperkirakan jumlah penumpang pada tahap awal pengoperasian mencapai 60 ribu hingga 80 ribu per hari. Angka ini diyakini akan terus bertumbuh seiring rampungnya konektivitas ke kawasan lain.
Rute Lanjutan ke JIS, Halim, dan Dukuh Atas
Pemprov DKI Jakarta tidak berhenti di Manggarai. Pembangunan rute menuju Dukuh Atas dijadwalkan mulai berjalan pada 2027. Selain itu, Pramono mendorong perluasan konektivitas dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) serta dari Velodrome menuju kawasan kereta cepat Whoosh di Halim.
"Kalau itu sudah tersambungkan, maka secara keseluruhan LRT yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta sudah menjadi backbone utama untuk mengatur transportasi yang ada di Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, dan nantinya ujungnya ada di Jakarta Pusat," kata Pramono.