JAKARTA - Perekonomian Kalimantan Barat sepanjang tahun 2025 menunjukkan arah pertumbuhan yang semakin solid dan menjanjikan.
Laju ekonomi daerah ini tercatat mencapai 5,39 persen, menandai akselerasi yang lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mencerminkan keberhasilan daerah dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lintas sektor.
Peningkatan pertumbuhan ini memperlihatkan daya tahan ekonomi Kalimantan Barat di tengah dinamika nasional. Aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi berjalan relatif seimbang sepanjang tahun. Sinergi antarsektor menjadi fondasi penting bagi pencapaian kinerja tersebut.
Dari sisi skala ekonomi, nilai Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku terus mengalami peningkatan. Nilai ekonomi daerah ini telah menembus ratusan triliun rupiah. Capaian tersebut menegaskan peran strategis Kalimantan Barat dalam perekonomian regional.
Peran Sektor Unggulan dalam Pertumbuhan
Pertumbuhan tertinggi dicatatkan oleh sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami lonjakan signifikan. Kinerja sektor ini didorong oleh peningkatan produksi komoditas tambang utama. Kontribusi pertambangan memberikan dorongan kuat terhadap laju ekonomi daerah.
Produksi bijih bauksit mengalami kenaikan yang sangat tinggi sepanjang tahun berjalan. Selain itu, produksi alumina juga mencatat pertumbuhan yang cukup solid. Kombinasi kedua komoditas ini menjadi motor utama akselerasi sektor tambang.
Meski demikian, sektor nonpertambangan tetap memainkan peran penting. Pertumbuhan yang seimbang menjadi kunci keberlanjutan ekonomi daerah. Diversifikasi sektor membantu menjaga stabilitas ketika harga komoditas berfluktuasi.
Kontribusi Pertanian dan Konstruksi
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi tulang punggung perekonomian Kalimantan Barat. Kontribusinya menjadi yang terbesar dibanding sektor lain. Peran sektor ini sangat penting dalam menopang pendapatan masyarakat.
Aktivitas pertanian yang stabil menjaga ketersediaan pasokan pangan daerah. Selain itu, sektor ini berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Ketahanan sektor primer ini memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.
Sementara itu, sektor konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Peningkatan investasi pembangunan mendorong naiknya aktivitas konstruksi. Hal ini berdampak positif pada sektor-sektor terkait lainnya.
Dinamika Permintaan dan Peredaran Uang
Dari sisi moneter, penyaluran kredit di Kalimantan Barat tetap mengalami pertumbuhan. Meski tidak terlalu tinggi, peningkatan ini mencerminkan aktivitas usaha yang terus berjalan. Dukungan perbankan berperan dalam menjaga likuiditas ekonomi.
Beberapa komoditas unggulan menunjukkan pertumbuhan yang relatif terbatas. Namun, stabilitas harga dan volume tetap mendukung kesinambungan produksi. Kondisi ini membantu menjaga keseimbangan antara suplai dan permintaan.
Dari sisi pengeluaran, impor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Peningkatan impor mencerminkan kebutuhan bahan baku dan barang modal. Aktivitas ini berkaitan erat dengan ekspansi sektor produksi.
Konsumsi Rumah Tangga dan Daya Saing Daerah
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah. Kontribusinya mendominasi struktur pengeluaran masyarakat. Daya beli yang terjaga menjadi faktor penting kestabilan ekonomi.
Aktivitas konsumsi yang kuat menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi. Peredaran uang di tingkat lokal berjalan secara aktif. Hal ini berdampak positif pada sektor perdagangan dan jasa.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat melampaui capaian nasional. Posisi ini menempatkan daerah sebagai salah satu provinsi dengan kinerja ekonomi paling dinamis. Tren positif ini diharapkan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.