Perumahan

Penguatan Pembiayaan Perumahan Dukung Akses Hunian Layak

Penguatan Pembiayaan Perumahan Dukung Akses Hunian Layak
Penguatan Pembiayaan Perumahan Dukung Akses Hunian Layak

JAKARTA - Upaya memperluas akses hunian layak terus diperkuat melalui skema pembiayaan perumahan subsidi. 

Langkah ini diarahkan untuk memastikan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah yang terjangkau dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut sekaligus diharapkan mendorong pertumbuhan sektor properti nasional secara merata.

Penguatan pembiayaan perumahan subsidi menjadi bagian dari strategi percepatan Program 3 Juta Rumah. Program ini dirancang sebagai jawaban atas kebutuhan hunian layak di berbagai wilayah. Pemerintah memandang pembiayaan sebagai kunci utama keberhasilan pelaksanaan program tersebut.

Dengan dukungan pembiayaan yang lebih kuat, akses kepemilikan rumah diharapkan semakin terbuka luas. Skema subsidi dinilai mampu menjembatani keterbatasan daya beli masyarakat. Melalui kebijakan ini, sektor perumahan diharapkan tumbuh lebih inklusif.

Peran BRI dalam Pembiayaan Rumah Subsidi

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada masyarakat kecil. Dukungan terhadap pembiayaan perumahan subsidi menjadi bagian dari peran strategis bank tersebut. Peran ini diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Sepanjang 2025, BRI telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebesar Rp16,16 triliun. Penyaluran tersebut menjangkau lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata BRI dalam memperluas akses kepemilikan rumah.

Dari total penyaluran tersebut, sekitar 97 persen disalurkan melalui skema FLPP. Skema ini berkontribusi langsung dalam mendukung Program 3 Juta Rumah. Melalui FLPP, pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih terjangkau.

Komitmen Nasional dan Dukungan Jaringan

“Salah satu program prioritas nasional yang kami dukung adalah Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan jaringan yang luas serta pengalaman panjang dalam melayani segmen mikro dan kecil, BRI optimistis dapat berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” ujar Hery. 

Hery menambahkan bahwa komitmen tersebut ditopang oleh kekuatan jaringan BRI. Saat ini, BRI memiliki lebih dari 7.500 unit kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan luas tersebut memungkinkan akses pembiayaan menjangkau berbagai daerah.

Kehadiran unit kerja di wilayah terpencil dinilai penting untuk memperluas layanan KPR subsidi. Melalui jaringan ini, masyarakat di berbagai daerah dapat memperoleh akses pembiayaan yang setara. Dukungan infrastruktur perbankan menjadi fondasi utama keberhasilan program.

Apresiasi Pemerintah dan Capaian FLPP

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi BRI. Ia menilai peningkatan pembiayaan rumah subsidi oleh BRI menunjukkan dukungan signifikan. Apresiasi tersebut diberikan atas peran aktif perbankan dalam memperluas akses hunian.

“BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100%. Tahun 2024 itu ada 16 ribu unit yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32 ribu unit. Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar,” kata Maruarar. Pernyataan ini menegaskan lonjakan kontribusi BRI dalam pembiayaan perumahan.

Sejalan dengan itu, Maruarar juga menjelaskan capaian FLPP yang mencatat sejarah baru. Skema FLPP menjadi instrumen penting dalam kebijakan rumah bersubsidi nasional. Pencapaian ini memperlihatkan efektivitas sinergi pembiayaan perumahan.

Peningkatan Capaian dan Harapan Ke Depan

Pada 2023, capaian FLPP rumah subsidi mencapai 229 ribu unit. Jumlah tersebut merupakan capaian terbesar sejak 2010. Tren peningkatan kembali berlanjut pada masa pemerintahan saat ini.

“Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279 ribu (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu dalam setahun ini,” jelas Maruarar. Angka tersebut menunjukkan akselerasi signifikan dalam pembiayaan rumah subsidi.

Pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi kebijakan pembiayaan perumahan subsidi. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, perbankan, dan pengembang diharapkan memastikan Program 3 Juta Rumah berjalan optimal. 

Dengan pembiayaan yang semakin kuat, program ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index